JAKARTA, BANGKA POS.com – Mesti yakin bahwa melambungnya harga minyak dunia hingga tembus USD 100 per barel hanya sesaat, Menteri Kordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa menyatakan pemerintah akan tetap memantau tiap perkembangan harga minyak dunia.
“Saya mencermati betul perkembangan harga minyak ini karena bagaimanapun juga harga minyak ini berpengaruh, terhadap subsidi dan juga berpengaruh kepada sektor-sektor lain, karena BBM ini pengungkit. Jadi harganya kita akan menjaga betul,” ucapnya, di Jakarta, Jumat (4/2/2011).
Tapi di sisi lain, tegas Hatta, pengaruh konflik Mesir yang mengangkat harga minyak dunia menjadi naik sifatnya hanya sementara. Karena Mesir sendiri bukan termasuk dalam negara pengekspor minyak.
Lebih lanjut, dia
menjelaskan, kalau konflik Mesir dikatakan akan mengganggu suplai, karena
lintasan Terusan Suez berada dalam kedaulatannya, itu juga tidak mungkin.
“Itu tidak beralasan juga walaupun Terusan Suez itu wilayah kedaulatannya, namun demikian Terusan Suez itu adalah jalur pelayaran internasional, tentu akan sangat terjaga,” tegasnya.
Hatta menegaskan pula, dirinya optimis bahwa harga minyak dunia USD100 per barel tidak akan lama bertahan. “Ini tidak akan terus sepanjang tahun, karena memang beberepa prediksi mengatakan bahwa harga minyak itu tak akan segitu,” ujarnya.
Keyakinannya itu juga didasarkan pada tren di Amerika Serikat yang mulai menunjukkan harga minyak mulai turun. Dan OPEC sendiri, menurutnya, berkomitmen meningkatkan produksi sampai 1,5 juta barel.
“Jadi dari situ, maka
fundametalnya itu terjaga jadi kami yakin ini bersifat temporary. Walaupun
demikian kami terus memantau pergerakan harga agar dampak-dampaknya tidak
terlalu besar,” jelasnya. (tribunnews.com)