Serumpun Sebalai
Babel Menyimpan Harta Karun
- Puluhan Titik di Tengah Laut
BANGKA POS/dok
Yan Megawandi
Benda-benda berharga itu sebagian besar merupakan komoditas perdagangan dan harta para saudagar yang tertimbun bersama kapal yang mengangkutnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Babel, Yan Megawandi mengungkapkan, harta tersebut tersembunyi pada puluhan titik di laut Babel. Titik terbanyak berada di perairan Bangka Selatan, laut Natuna bagian utara Pulau Belitung, serta perairan sebelah Timur Pulau Belitung.
Menurut Yan, belum diketahui pasti lokasi keberadaan harta karun karena belum ada tim khusus yang meneliti sekaligus mengobservasi aset berharga Negeri Serumpun Sebalai tersebut. Pemerintah kesulitan meneliti karena keterbatasan sumber daya manusia profesional di bidang ini.
“Kita membutuhkan penyelam yang tidak hanya pandai menyelam tetapi tahu seluk-beluk dan teori arkeologi. Tahun 2009 kami sudah menjalin kerjasama dengan Direktur Arkeologi Bawah Laut Departemen Pendidikan Nasional untuk menelaah, meneliti, dan mengobservasi benda-benda berharga dan bersejarah ini,” ungkap Yan kepada Bangka Pos Group, Jumat (12/12) siang.
Yan menyatakan, jika mendukung, benda-benda tersebut bisa saja diangkat untuk diteliti secara mendalam, sehingga bisa dipelajari dan menjadi bagian dari museum arkeologi. “Namun, hingga sekarang Babel belum punya sarana museum yang representatif, jadi belum maksimal menunjang penelitian benda-benda arkeologi khususnya yang berasal dari bawah laut,” jelas Yan.
Yan lebih setuju jika titik-titik harta karun tersebut dijadikan salah satu objek wisata bawah laut. “Kita masih perlu perencanaan dan koordinasi yang matang. Saya sudah bertemu dengan Direktur Arkeologi Bawah Laut, Pak Helmi. Beliau menyatakan siap membantu kita. Bila tak ada halangan, 2009 nanti mereka ada beberapa kegiatan di Babel,” tuturnya.
Yan memperkirakan, beberapa jenis benda yang masih terpendam di dasar laut Babel antara lain keramba, keramik, giok, beberapa jenis perhiasan, naskah kuno, komoditas perdagangan seperti timah balok. Beberapa kali penemuan oleh masyarakat dan nelayan di wilayah Belitung dan Bangka Selatan, kata Yan, membuktikan laut Babel kaya harta karun. “Tidak dapat dipungkiri jika pada zaman dahulu, Babel merupakan jalur perdagangan yang sangat ramai. Posisi yang strategis menjadikan Babel daerah persinggahan saudagar dan pedagang baik dari China maupun negara timur tengah. Makanya harus ada penelitian atas hal ini. Tujuannya untuk mengetahui tahun barang-barang tersebut termasuk dari mana asalnya,” kata Yan. (i3)
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Babel, Yan Megawandi mengungkapkan, harta tersebut tersembunyi pada puluhan titik di laut Babel. Titik terbanyak berada di perairan Bangka Selatan, laut Natuna bagian utara Pulau Belitung, serta perairan sebelah Timur Pulau Belitung.
Menurut Yan, belum diketahui pasti lokasi keberadaan harta karun karena belum ada tim khusus yang meneliti sekaligus mengobservasi aset berharga Negeri Serumpun Sebalai tersebut. Pemerintah kesulitan meneliti karena keterbatasan sumber daya manusia profesional di bidang ini.
“Kita membutuhkan penyelam yang tidak hanya pandai menyelam tetapi tahu seluk-beluk dan teori arkeologi. Tahun 2009 kami sudah menjalin kerjasama dengan Direktur Arkeologi Bawah Laut Departemen Pendidikan Nasional untuk menelaah, meneliti, dan mengobservasi benda-benda berharga dan bersejarah ini,” ungkap Yan kepada Bangka Pos Group, Jumat (12/12) siang.
Yan menyatakan, jika mendukung, benda-benda tersebut bisa saja diangkat untuk diteliti secara mendalam, sehingga bisa dipelajari dan menjadi bagian dari museum arkeologi. “Namun, hingga sekarang Babel belum punya sarana museum yang representatif, jadi belum maksimal menunjang penelitian benda-benda arkeologi khususnya yang berasal dari bawah laut,” jelas Yan.
Yan lebih setuju jika titik-titik harta karun tersebut dijadikan salah satu objek wisata bawah laut. “Kita masih perlu perencanaan dan koordinasi yang matang. Saya sudah bertemu dengan Direktur Arkeologi Bawah Laut, Pak Helmi. Beliau menyatakan siap membantu kita. Bila tak ada halangan, 2009 nanti mereka ada beberapa kegiatan di Babel,” tuturnya.
Yan memperkirakan, beberapa jenis benda yang masih terpendam di dasar laut Babel antara lain keramba, keramik, giok, beberapa jenis perhiasan, naskah kuno, komoditas perdagangan seperti timah balok. Beberapa kali penemuan oleh masyarakat dan nelayan di wilayah Belitung dan Bangka Selatan, kata Yan, membuktikan laut Babel kaya harta karun. “Tidak dapat dipungkiri jika pada zaman dahulu, Babel merupakan jalur perdagangan yang sangat ramai. Posisi yang strategis menjadikan Babel daerah persinggahan saudagar dan pedagang baik dari China maupun negara timur tengah. Makanya harus ada penelitian atas hal ini. Tujuannya untuk mengetahui tahun barang-barang tersebut termasuk dari mana asalnya,” kata Yan. (i3)
dibaca: 7938x
2 Komentar untuk "Babel Menyimpan Harta Karun "
| embi (mb_rebek@yahoo.com) | 09/Apr/2009 20:54:54 |
| ajak gw doooong..... | |
| hysbah (s_hysbah@yahoo.com) | 02/Apr/2009 15:35:11 |
| Jangan rame-rame dong, nanti bnyk yang datang ke Babel, tambah rusak deh nih pulau. | |
Komentar Anda:


