Tribun Belitung
Wagub Tinjau Proyek Jalan Sriwijaya
Kecewa, Trotoar Kurang Rapi
- Minta Segera Diperbaiki
- Sebelum Habis Tahun Anggaran 2008
pos belitung/tedja pramana
PEMBUATAN TROTOAR JALAN -- Beberapa pekerja sedang mengerjakan pembuatan trotoar di ruas Jalan Sriwijaya Tanjungpandan, Senin (15/12). Proyek pembangunan trotoar dinilai kurang rapi, sehingga Wakil Gubernur Babel, Syamsiddin Basari meminta agar trotoar tersebut diperbaiki.
Kekecewaan itu ia ungkapkan saat melakukan peninjauan proyek pelebaran Jalan Sriwijaya Tanjungpandan, Senin (15/12) sekitar pukul 09.30 WIB. Turut mendampingi wagub dalam peninjauan tersebut, pejabat dari Dinas PU Kabupaten Belitung, Biro Pembangunan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung, Pengawas Proyek serta Bappeda Pemkab Belitung.
Wagub saat dikonfirmasi, Senin (15/12) mengatakan, peninjauan ini karena dalam waktu dekat sudah habis tahun anggaran 2008, sehingga perlu dilakukan pengecekan proyek yang didanai APBD I Provinsi dan APBN. Untuk mengantisipasi agar proyek-proyek tersebut dapat selesai setelah habis tahun anggaran 2008 ini.
“Jika ada kekurangan harus segera diperbaiki, karena ini merupakan kewajiban saya. Jadi kalau masih belum sempurna saya minta disempurnakan, karena itu merupakan uang rakyat, yang tidak boleh dikerjakan sembarangan seperti itu,” ujar Wagub, Syamsuddin Basari, kepada Grup Bangka Pos, Senin (15/12).
Menurutnya, ia perlu turun langsung melakukan pengecekan karena wagub merupakan koordinator pengawasan di Provinsi Babel yang mengawasi pembangunan, keuangan dan kinerja PNS.
“Saya melihat ini kecewa, saya mengerti soal pembangunan. Mungkin kerapian pembangunan trotoar Jalan Sriwijaya kurang rapi sekali. Karena saya menganggap pembangunan di ibukota kabupaten/provinsi merupakan pencerminan pembangunan kabupaten atau provinsi itu sendiri,” katanya.
Wagub menghendaki setiap pembangunan terutama yang berada di tengah kota, harus rapi karena hal itu merupakan pencerminan pembangunan yang telah dilaksanakan di Belitung.
“Orang luar Belitung baik dari dalam maupun luar negeri saat keluar dari air port, pasti ia melihat ibukota, disamping ia melihat pantai-pantai dan hotel, tetapi ia tetap melihat kotanya,” katanya.
Jadi bila kotanya tidak rapi, semrawut atau tidak sesuai dengan perasaan mereka menurut Wagub, para pelancong tersebut akan menilai kota tidak sempurna. “Oleh karena itu saya sebagai orang nomor dua di Provinsi ini, wajarlah bila kecewa melihat pembangunan ini, karena saya ini dianggap sebagai orang tua di kabupaten- kabupaten,” ungkapnya.
Lebih lanjut Wagub mengingatkan agar pembangunan di kabupaten-kabupaten dapat dikerjakan dengan sempurna, sebab uang yang digunakan untuk membangun tersebut merupakan uang rakyat. Menurut Wagub, alangkah kecewanya rakyat kalau kita bekerja kurang bagus, oleh karena itu kita harus bekerja semaksimal mungkin.
“Saya suruh perbaiki itu semua yang kurang tepat dipandang mata, maupun yang kerjaannya kurang rapi harus diperbaiki. Apalagi proyek yang ditangah-tengah pasar itu harus diperbaiki. Kita khawatir nanti kalau ada pemeriksaan dari BPK, bahkan KPK,” katanya. (ted)
Wagub saat dikonfirmasi, Senin (15/12) mengatakan, peninjauan ini karena dalam waktu dekat sudah habis tahun anggaran 2008, sehingga perlu dilakukan pengecekan proyek yang didanai APBD I Provinsi dan APBN. Untuk mengantisipasi agar proyek-proyek tersebut dapat selesai setelah habis tahun anggaran 2008 ini.
“Jika ada kekurangan harus segera diperbaiki, karena ini merupakan kewajiban saya. Jadi kalau masih belum sempurna saya minta disempurnakan, karena itu merupakan uang rakyat, yang tidak boleh dikerjakan sembarangan seperti itu,” ujar Wagub, Syamsuddin Basari, kepada Grup Bangka Pos, Senin (15/12).
Menurutnya, ia perlu turun langsung melakukan pengecekan karena wagub merupakan koordinator pengawasan di Provinsi Babel yang mengawasi pembangunan, keuangan dan kinerja PNS.
“Saya melihat ini kecewa, saya mengerti soal pembangunan. Mungkin kerapian pembangunan trotoar Jalan Sriwijaya kurang rapi sekali. Karena saya menganggap pembangunan di ibukota kabupaten/provinsi merupakan pencerminan pembangunan kabupaten atau provinsi itu sendiri,” katanya.
Wagub menghendaki setiap pembangunan terutama yang berada di tengah kota, harus rapi karena hal itu merupakan pencerminan pembangunan yang telah dilaksanakan di Belitung.
“Orang luar Belitung baik dari dalam maupun luar negeri saat keluar dari air port, pasti ia melihat ibukota, disamping ia melihat pantai-pantai dan hotel, tetapi ia tetap melihat kotanya,” katanya.
Jadi bila kotanya tidak rapi, semrawut atau tidak sesuai dengan perasaan mereka menurut Wagub, para pelancong tersebut akan menilai kota tidak sempurna. “Oleh karena itu saya sebagai orang nomor dua di Provinsi ini, wajarlah bila kecewa melihat pembangunan ini, karena saya ini dianggap sebagai orang tua di kabupaten- kabupaten,” ungkapnya.
Lebih lanjut Wagub mengingatkan agar pembangunan di kabupaten-kabupaten dapat dikerjakan dengan sempurna, sebab uang yang digunakan untuk membangun tersebut merupakan uang rakyat. Menurut Wagub, alangkah kecewanya rakyat kalau kita bekerja kurang bagus, oleh karena itu kita harus bekerja semaksimal mungkin.
“Saya suruh perbaiki itu semua yang kurang tepat dipandang mata, maupun yang kerjaannya kurang rapi harus diperbaiki. Apalagi proyek yang ditangah-tengah pasar itu harus diperbaiki. Kita khawatir nanti kalau ada pemeriksaan dari BPK, bahkan KPK,” katanya. (ted)
dibaca: 11818x
0 Komentar untuk "Kecewa, Trotoar Kurang Rapi"
Komentar Anda:


