Serumpun Sebalai
Proyek Molor Diputus
- Sudah Diultimatum
- Kota Dipastikan Selesai
PANGKALPINANG, BANGKA POS - Sejumlah proyek Pemprov Babel anggaran 2008 bakal diputus lantaran pengerjaannya melebihi deadline. Proyek di luar proyek multi years itu berada di komplek perkantoran gubernur dan tersebar di kabupaten/kota.
Beberapa proyek molor tersebut adalah pembangunan Kolam Retensi Kacang Pedang di Pangkalpinang, irigasi Slinsing di Belitung, pengaspalan jalan komplek perkantoran gubernur di Pangkalpinang, pembangunan tugu monumen bersejarah di Pangkalpinang, pembangunan irigasi di Bangka Selatan dan pembangunan gedung di Belitung Timur. Sekda Babel, Imam Mardi Nugroho mengungkapkan, akibat keterlambatan pengerjaan proyek tersebut pembangunan di Babel tersendat. Kondisi ini juga membuat beberapa rekanan pemborong termasuk pemerintah rugi mencapai ratusan juta.
“Kita sudah memberikan peringatan dan ultimatum kepada rekanan untuk mempercepat pengerjaan proyek yang mereka tangani. Namun mereka belum bisa mencapai target, makanya kontrak dan pengerjaannya kita putus,” ungkap Imam kepada Bangka Pos Group, Selasa (16/12) siang.
Pemutusan kontrak, lanjut Imam, wajib dilakukan mengingat tidak diluncurkan lagi tahun 2009. Proyek yang dihentikan, akan dialihkan pada tahun anggaran berikutnya. “Sekarang hampir tutup anggaran 2008, kami sudah membuat edaran tertulis kepada SKPD-SKPD untuk mengevaluasi anggaran 2008. Jangan sampai tidak selesai dan mubazir, dan yang terpenting pertanggungjawaban setiap anggaran yang digunakan, karena tiga bulan setelah ini harus dibuat laporan pertanggungjawaban SKPD dan dikirim ke BPK,” paparnya menambahkan, enam bulan setelah pelaporan, BPK akan mengeluarkan opini terkait kinerja pemerintah.
“Untuk multi years tidak masalah, proyek di luar itu banyak yang kita stop karena tidak selesai. Untuk silva dana tetap ada, waktu pengesahan APBD 2009 mencapai Rp 180 miliar. Baru bisa tahu angka riilnya setelah penghitungan,” jelas Imam.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Babel, Anshori mengatakan, pihaknya memberi tenggat waktu hingga 22 Desember. Bila tetap tidak selesai akan dihentikan. “Memang ada beberapa proyek yang akan kita putus. Karena aturannya, untuk diluncurkan di tahun berikutnya tidak diperkenankan lagi, kita pilih proyek-proyek itu ditender ulang,” kata Anshori kepada harian ini, Rabu (3/12) siang.
Pantauan harian ini di beberapa lokasi, pengerjaan proyek provinsi di kawasan perkantoran gubernur masih berjalan, termasuk pembangunan dan pengaspalan jalan di bagian timur komplek perkantoran. Kolam Retensi Kacang Pedang juga terus dikerjakan. Kemudian pemasangan pipa PDAM jaringan Kolam Retensi Kacang Pedang di beberapa jalan protokol Kota Pangkalpinang.
Sementara Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Pangkalpinang pesimis proyek fisik tahun 2008 selesai semua. Di antara proyek yang dikerjakan tahun ini adalah pembangunan dan peningkatan jalan, normalisasi saluran drainase serta pembangunan sumur bor. Seluruhnya tinggal kerapian. Khusus pembangunan jalan dan sumur bor dianggarkan melalui dana APBD dan DAK.
Kepala DPU Pangkalpinang, Sarjulianto menyatakan, pembangunan dan peningkatan jalan masuk program Bina Marga dengan anggaran sebesar Rp 22 miliar. “Total jalan yang dibangun dan ditingkatkan tahun ini sekitar 20 km dengan rincian dana Rp 18 miliar dari APBD kota dan Rp 4 miliar dari DAK,” katanya saat dihubungi harian ini, Rabu (17/12) sekitar pukul 18.56 WIB.
Untuk normalisasi drainase sepanjang 5 km dengan anggaran Rp 8 miliar dari APBD kota, sedangkan sumur bor sebanyak enam unit. “Dua unit sumur bor dianggarkan melalui dana APBD, sedangkan empat lainnya melalui DAK. Setiap unitnya dianggarkan Rp 125 juta,” jelasnya. (i3/spa)
“Kita sudah memberikan peringatan dan ultimatum kepada rekanan untuk mempercepat pengerjaan proyek yang mereka tangani. Namun mereka belum bisa mencapai target, makanya kontrak dan pengerjaannya kita putus,” ungkap Imam kepada Bangka Pos Group, Selasa (16/12) siang.
Pemutusan kontrak, lanjut Imam, wajib dilakukan mengingat tidak diluncurkan lagi tahun 2009. Proyek yang dihentikan, akan dialihkan pada tahun anggaran berikutnya. “Sekarang hampir tutup anggaran 2008, kami sudah membuat edaran tertulis kepada SKPD-SKPD untuk mengevaluasi anggaran 2008. Jangan sampai tidak selesai dan mubazir, dan yang terpenting pertanggungjawaban setiap anggaran yang digunakan, karena tiga bulan setelah ini harus dibuat laporan pertanggungjawaban SKPD dan dikirim ke BPK,” paparnya menambahkan, enam bulan setelah pelaporan, BPK akan mengeluarkan opini terkait kinerja pemerintah.
“Untuk multi years tidak masalah, proyek di luar itu banyak yang kita stop karena tidak selesai. Untuk silva dana tetap ada, waktu pengesahan APBD 2009 mencapai Rp 180 miliar. Baru bisa tahu angka riilnya setelah penghitungan,” jelas Imam.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Babel, Anshori mengatakan, pihaknya memberi tenggat waktu hingga 22 Desember. Bila tetap tidak selesai akan dihentikan. “Memang ada beberapa proyek yang akan kita putus. Karena aturannya, untuk diluncurkan di tahun berikutnya tidak diperkenankan lagi, kita pilih proyek-proyek itu ditender ulang,” kata Anshori kepada harian ini, Rabu (3/12) siang.
Pantauan harian ini di beberapa lokasi, pengerjaan proyek provinsi di kawasan perkantoran gubernur masih berjalan, termasuk pembangunan dan pengaspalan jalan di bagian timur komplek perkantoran. Kolam Retensi Kacang Pedang juga terus dikerjakan. Kemudian pemasangan pipa PDAM jaringan Kolam Retensi Kacang Pedang di beberapa jalan protokol Kota Pangkalpinang.
Yakin Selesai
Sementara Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Pangkalpinang pesimis proyek fisik tahun 2008 selesai semua. Di antara proyek yang dikerjakan tahun ini adalah pembangunan dan peningkatan jalan, normalisasi saluran drainase serta pembangunan sumur bor. Seluruhnya tinggal kerapian. Khusus pembangunan jalan dan sumur bor dianggarkan melalui dana APBD dan DAK.
Kepala DPU Pangkalpinang, Sarjulianto menyatakan, pembangunan dan peningkatan jalan masuk program Bina Marga dengan anggaran sebesar Rp 22 miliar. “Total jalan yang dibangun dan ditingkatkan tahun ini sekitar 20 km dengan rincian dana Rp 18 miliar dari APBD kota dan Rp 4 miliar dari DAK,” katanya saat dihubungi harian ini, Rabu (17/12) sekitar pukul 18.56 WIB.
Untuk normalisasi drainase sepanjang 5 km dengan anggaran Rp 8 miliar dari APBD kota, sedangkan sumur bor sebanyak enam unit. “Dua unit sumur bor dianggarkan melalui dana APBD, sedangkan empat lainnya melalui DAK. Setiap unitnya dianggarkan Rp 125 juta,” jelasnya. (i3/spa)
dibaca: 10414x
0 Komentar untuk "Proyek Molor Diputus"
Komentar Anda:


