Serumpun Sebalai
Muslimah HTI Babel Unjuk Rasa
Tinggalkan Kapitalisme

edisi: 20/Dec/2008 wib
bangka pos/fennie yadi
TINGGALKAN KAPITALISME - Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Babel menggelar unjuk rasa di depan RS DKT, Kacang Pedang, Pangkalpinang, Jumat (19/12). Mereka mengajak untuk menegakkan syariah dan khilafah serta meninggalkan kapitalisme.
PANGKALPINANG, BANGKA POS - Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Bangka Belitung menggelar aksi unjuk rasa di depan Rumah Sakit DKT, Kacang Pedang, Pangkalpinang, Jumat (19/12). Aksi unjuk rasa tersebut mengajak untuk menegakkan syariah dan khilafah menuju Indonesia besar, kuat dan terdepan dengan menggantungkan pada kebenaran ideologi yang diterapkan serta komitmen dan kapabilitas pemimpin dalam penerapan ideologi.
“Melarat dan hina di bawah demokrasi dan kapitalisme, sejahtera dan mulia dalam naungan khilafah,” demikian salah satu bunyi spanduk yang dibawa massa. Selain itu, ‘Selamatkan perempuan dari jeratan demokrasi dan kapitalisme serta hentikan eksploitasi terhadap perempuan’ merupakan bunyi dari spanduk lainnya.

Dalam surat edarannya, muslimah HTI Babel menyerukan perempuan Indonesia meninggalkan perangkap demokrasi yang menopang penjajahan kapitalisme global. Menurut mereka, demokrasi tak menjamin diterapkannya ideologi Islam yang bersumber dari Sang Pencipta. Demokrasi juga tidak menjamin terpilihnya penguasa yang memiliki ideologi Islam yang kapabel dalam memimpin menuju bangsa besar, kuat dan terdepan. Demokrasi saat ini, dinilai muslimah HTI Babel telah membuka jalan “terbelinya” pemimpin oleh kaum kapitalis global.  

Menurut Ketua Muslimah DPD HTI Babel, Reni Anggraini, “Kerusakan dan keburukan sistem demokrasi dan kapitalisme terjadi karena sistem yang sudah berjalan dari dulu hingga sekarang tidak membawa apa-apa, melainkan menyengsarakan rakyat.” (alf)    

0 Komentar untuk "Tinggalkan Kapitalisme"
Komentar Anda:
Salin karakter yang terlihat di kotak atas.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Breaking News TV
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort