Etalase
Gaji PNS Tahun Depan Naik
- Harga Sembako Dikaji
JAKARTA, POS BELITUNG -- Meski dampak krisis keuangan Amerika Serikat menggoyang stabilisasi keuangan dan ekonomi Indonesia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memastikan kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) akan terus berlanjut. Tidak hanya itu, SBY berjanji gaji PNS akan terus ditingkatkan untuk meningkatkan daya beli, dan menekan melemahnya konsumsi di masyarakat.
“Gaji PNS akan terus kita naikkan, dan sudah kita ambil keputusan menaikkan untuk tahun depan,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat membuka acara Musyawarah Nasional (Munas) V Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di gedung Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (21/12).
Gonjang-ganjing pemerintah menunda kenaikan gaji PNS menyeruak selepas Indonesia dihajar dampak krisis keuangan AS. Disebut-sebut, pemerintah Indonesia mesti meminta bantuan dari negeri Sakura, Jepang untuk menalangi gaji PNS yang digembar-gemborkan SBY naik saat berpidato di hadapan parlemen mengenai Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2009 beserta Nota Keuangannya pada rapat paripurna DPR, 15 Agustus lalu.
Untuk diketahui, saat berpidato di hadapan parlemen, Kepala Negara berjanji akan menaikkan gaji PNS, TNI, polisi dan pensiunan. Kenaikan itu berlaku untuk gaji pokok dan pensiun pokok, yang rata-rata akan terkatrol 15 persen. Untuk itu, pemerintah menyiapkan dana belanja pegawai sebesar Rp 143,8 triliun atau naik sekitar Rp 20,2 triliun, naik 16,4 persen dibandingkan belanja pegawai tahun sebelumnya.
Lalu bagaimana pemerintah menyiasati anggaran untuk pembiayaan kenaikan gaji PNS di tengah-tengah upaya pemerintah menggenjot pembangunan infrastruktur yang menyedot tenaga kerja dalam jumlah besar?
Presiden menjelaskan, untuk masalah anggaran ini, pemerintah telah menyiapkan taktik penggalangan dana. Dana dari dalam negeri, pemerintah berencana menggunakan cadangan devisa untuk menghadang dampak krisis keuangan AS ini.
“Untuk menjaga stabilitas, cadangan kita keluarkan. Yang tadinya dari Rp 36 miliar, kini menuju Rp 60 miliar. Cadangan kita susut lagi untuk menjaga ini,” tandasnya.
Lebih lanjut, SBY mengatakan pemerintah juga akan meminta bantuan secara bilateral dengan negara tetangga, atau pun negara-negara kawasan.
Pada 2009, pemerintah melalui Departemen Keuangan bersiap-siap menggelontorkan dana besar-besaran untuk belanja modal senilai Rp 100 triliun. Dana ini tersebar untuk belanja modal infrastruktur sebanyak Rp 72 triliun, dan Rp 24 triliun diperuntukkan ke daerah.
Untuk belanja modal infrastruktur, dana ini pun tersebar di beberapa departemen. Penyebaran anggaran tersebut antara lain untuk Departemen Pekerjaan Umum sebanyak Rp 25 triliun, Rp 12,6 triliun untuk Departemen Perhubungan, Rp 4,5 triliun untuk Departemen Energi dan untuk Departemen Keuangan Rp 3,5 triliun, serta Departemen Perdagangan Rp 3,5 triliun. Dana ini akan tidak akan dikeluarkan sebelum kuartal 3-4 tahun depan.
Janji pemerintah tidak berhenti pada kenaikan gaji PNS. Dalam menghadang dampak krisis keuangan AS yang mengarah resesi ekonomi global, Presiden juga mengemukakan kembali rencana penurunan harga BBM jenis premium dan solar.
“Harga BBM telah kita turunkan. Kami masih bekerja untuk melihat kemungkinan penurunan lagi sesuai kondisi yang ada,” ucap SBY yang disambut tepuk tangan sekitar 700 pengurus Kadin se-Indonesia.
Sementara mengkaji penurunan harga BBM lanjutan, lanjut SBY, pemerintah telah memutuskan penurunan biaya angkutan umum di Indonesia. “Yang bisa ya diturunkan dulu karena harga premium dan solar juga turun,” tandasnya.
Penurunan tarif angkutan umum diputuskan pemerintah sekitar 5,22 persen. Kebijakan penyesuaian tarif angkutan pun telah disosialisasikan kepada gubernur se-Indonesia. Kebijakan ini tidak berlaku untuk tarif antar kota dalam provinsi, dan angkutan dalam kota.
Presiden Yudhoyono menambahkan, pemerintah juga tengah mengkaji penurunan harga sejumlah komoditas bahan pokok. “Minyak goreng curah untuk rakyat, harganya perlu diturunkan,” kata Presiden. (Persda Network/ade)
Gonjang-ganjing pemerintah menunda kenaikan gaji PNS menyeruak selepas Indonesia dihajar dampak krisis keuangan AS. Disebut-sebut, pemerintah Indonesia mesti meminta bantuan dari negeri Sakura, Jepang untuk menalangi gaji PNS yang digembar-gemborkan SBY naik saat berpidato di hadapan parlemen mengenai Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2009 beserta Nota Keuangannya pada rapat paripurna DPR, 15 Agustus lalu.
Untuk diketahui, saat berpidato di hadapan parlemen, Kepala Negara berjanji akan menaikkan gaji PNS, TNI, polisi dan pensiunan. Kenaikan itu berlaku untuk gaji pokok dan pensiun pokok, yang rata-rata akan terkatrol 15 persen. Untuk itu, pemerintah menyiapkan dana belanja pegawai sebesar Rp 143,8 triliun atau naik sekitar Rp 20,2 triliun, naik 16,4 persen dibandingkan belanja pegawai tahun sebelumnya.
Lalu bagaimana pemerintah menyiasati anggaran untuk pembiayaan kenaikan gaji PNS di tengah-tengah upaya pemerintah menggenjot pembangunan infrastruktur yang menyedot tenaga kerja dalam jumlah besar?
Presiden menjelaskan, untuk masalah anggaran ini, pemerintah telah menyiapkan taktik penggalangan dana. Dana dari dalam negeri, pemerintah berencana menggunakan cadangan devisa untuk menghadang dampak krisis keuangan AS ini.
“Untuk menjaga stabilitas, cadangan kita keluarkan. Yang tadinya dari Rp 36 miliar, kini menuju Rp 60 miliar. Cadangan kita susut lagi untuk menjaga ini,” tandasnya.
Lebih lanjut, SBY mengatakan pemerintah juga akan meminta bantuan secara bilateral dengan negara tetangga, atau pun negara-negara kawasan.
Pada 2009, pemerintah melalui Departemen Keuangan bersiap-siap menggelontorkan dana besar-besaran untuk belanja modal senilai Rp 100 triliun. Dana ini tersebar untuk belanja modal infrastruktur sebanyak Rp 72 triliun, dan Rp 24 triliun diperuntukkan ke daerah.
Untuk belanja modal infrastruktur, dana ini pun tersebar di beberapa departemen. Penyebaran anggaran tersebut antara lain untuk Departemen Pekerjaan Umum sebanyak Rp 25 triliun, Rp 12,6 triliun untuk Departemen Perhubungan, Rp 4,5 triliun untuk Departemen Energi dan untuk Departemen Keuangan Rp 3,5 triliun, serta Departemen Perdagangan Rp 3,5 triliun. Dana ini akan tidak akan dikeluarkan sebelum kuartal 3-4 tahun depan.
Harga BBM
Janji pemerintah tidak berhenti pada kenaikan gaji PNS. Dalam menghadang dampak krisis keuangan AS yang mengarah resesi ekonomi global, Presiden juga mengemukakan kembali rencana penurunan harga BBM jenis premium dan solar.
“Harga BBM telah kita turunkan. Kami masih bekerja untuk melihat kemungkinan penurunan lagi sesuai kondisi yang ada,” ucap SBY yang disambut tepuk tangan sekitar 700 pengurus Kadin se-Indonesia.
Sementara mengkaji penurunan harga BBM lanjutan, lanjut SBY, pemerintah telah memutuskan penurunan biaya angkutan umum di Indonesia. “Yang bisa ya diturunkan dulu karena harga premium dan solar juga turun,” tandasnya.
Penurunan tarif angkutan umum diputuskan pemerintah sekitar 5,22 persen. Kebijakan penyesuaian tarif angkutan pun telah disosialisasikan kepada gubernur se-Indonesia. Kebijakan ini tidak berlaku untuk tarif antar kota dalam provinsi, dan angkutan dalam kota.
Presiden Yudhoyono menambahkan, pemerintah juga tengah mengkaji penurunan harga sejumlah komoditas bahan pokok. “Minyak goreng curah untuk rakyat, harganya perlu diturunkan,” kata Presiden. (Persda Network/ade)
dibaca: 4905x
1 Komentar untuk "Gaji PNS Tahun Depan Naik"
| widhi prasetyo (semarang@wpclogistics.com) | 28/Dec/2009 14:45:48 |
| gaji pegawai negeri sipil memang perlu naik dikarenakan penerimaan gaji sampai dengan tahun ini belum sangat memenuhi kebutuhan hidupnya... saya dukung bila pemerintah / anggota dewan selalu memperhatikan kenaikan gaji untuk PNS | |
Komentar Anda:


