Etalase
Kadin Keluarkan Rekomendasi Atasi Krisis
Lindungi Pasar Dalam Negeri
JAKARTA, POS BELITUNG — Kamar Dagang Indonesia (Kadin) mengajukan sembilan rekomendasi dan harapan kepada pemerintah dalam menghadapi dampak krisis ekonomi global ke depan. Salah satunya, memantapkan stabilitasi ekonomi dengan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta melindungi pasar dalam negeri.
Demikian dikatakan Ketua Umum Kadin, MS Hidayat dalam Munas V Kadin dengan tema ‘Membangun Ekonomi Daerah untuk Kebangkitan Ekonomi Nasional’ di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu (21/12).
Dalam pidato pembukaan Munas V Kadin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta kalangan pengusaha untuk tidak tergesa-gesa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Hal itu tak lain untuk menjaga stabilitas sosial untuk melindungi rakyat supaya tidak panik menghadapi dampak krisis global ini.
“Untuk dunia usaha, permintaan saya jangan terlalu cepat melaksanakan PHK, kalau ada tanda-tanda Anda (pengusaha) mengalami kesulitan yang tidak dapat dielakkan, maka berkoordinasi dan berkonsultasi dengan pemerintah pusat maupun daerah, agar apapun yang akan terjadi ada penanggulangan ke depan,” kata Presiden.
Pekerjaan rumah yang tidak kalah penting adalah mencegah terjadinya PHK. Manakala PHK tetap terjadi, maka kewajiban pemerintah untuk mencegah hal itu melalui upaya mengembangkan kebijakan dan insentif untuk sektor riil yang jelas-jelas mengalami kesulitan.
Pemerintah juga akan melakukan kebijakan yang lebih fokus pada penciptaan lapangan kerja, employment creation dengan cara pembangunan infrastruktur yang ditingkatkan, program PNPM, program perumahan rakyat, infrastruktur perhubungan dan lain-lain.
“Kami juga tengah menggodok kemungkinan penurunan komoditas bahan pokok, tentu dengan upaya ekstra dengan insentif yang akan kita berikan, yang jelas minyak goreng. Terutama minyak goreng curah untuk rakyat harganya perlu diturunkan,” tutur SBY.
Pada kesempatan sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan inflasi 2008 bisa ditekan hingga di bawah 11 persen, karena Desember ini akan terjadi deflasi.
“Untuk Desember saya yakin akan terjadi deflasi sehingga inflasi akan di bawah 11 persen,” tegas Sri Mulyani.
Dikatakan Menkeu, deflasi terjadi karena turunnya harga-harga selama bulan Desember. Yang tetap harus dipertahankan ke depan adalah tren pergerakan harga komoditas dan nilai tukar rupiah yang harus dijaga stabilitasnya.
“Kalau nilai tukar dijaga dengan stabil, maka growth akan tumbuh dan inflasi bisa melemah. Yang jelas kita fokuskan pada berapa banyaknya growth akan turun,” jelasnya.
Sri Mulyani menambahkan hampir semua negara di dunia sudah merevisi pertumbuhan ekonominya baik tahun ini maupun tahun depan. “Semua negara menghadapi statisik penurunan yang lebih cepat dan dalam. Dalam situasi ini ada yang belum dioptimalkan yaitu mengoptimalkan potensi domestik growth,” tutur Menkeu.
Menurut catatan BPS, inflasi November sebesar 0,12 persen, dengan inflasi tahun kalendar dari Januari hingga November sebesar 11,1 persen dan year on year 11,68 persen. Bulan November ini sektor makanan mengalami deflasi untuk pertama kalinya. (Kompas.com/mys)
Dalam pidato pembukaan Munas V Kadin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta kalangan pengusaha untuk tidak tergesa-gesa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Hal itu tak lain untuk menjaga stabilitas sosial untuk melindungi rakyat supaya tidak panik menghadapi dampak krisis global ini.
“Untuk dunia usaha, permintaan saya jangan terlalu cepat melaksanakan PHK, kalau ada tanda-tanda Anda (pengusaha) mengalami kesulitan yang tidak dapat dielakkan, maka berkoordinasi dan berkonsultasi dengan pemerintah pusat maupun daerah, agar apapun yang akan terjadi ada penanggulangan ke depan,” kata Presiden.
Pekerjaan rumah yang tidak kalah penting adalah mencegah terjadinya PHK. Manakala PHK tetap terjadi, maka kewajiban pemerintah untuk mencegah hal itu melalui upaya mengembangkan kebijakan dan insentif untuk sektor riil yang jelas-jelas mengalami kesulitan.
Pemerintah juga akan melakukan kebijakan yang lebih fokus pada penciptaan lapangan kerja, employment creation dengan cara pembangunan infrastruktur yang ditingkatkan, program PNPM, program perumahan rakyat, infrastruktur perhubungan dan lain-lain.
“Kami juga tengah menggodok kemungkinan penurunan komoditas bahan pokok, tentu dengan upaya ekstra dengan insentif yang akan kita berikan, yang jelas minyak goreng. Terutama minyak goreng curah untuk rakyat harganya perlu diturunkan,” tutur SBY.
Inflasi Bisa Ditekan
Pada kesempatan sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan inflasi 2008 bisa ditekan hingga di bawah 11 persen, karena Desember ini akan terjadi deflasi.
“Untuk Desember saya yakin akan terjadi deflasi sehingga inflasi akan di bawah 11 persen,” tegas Sri Mulyani.
Dikatakan Menkeu, deflasi terjadi karena turunnya harga-harga selama bulan Desember. Yang tetap harus dipertahankan ke depan adalah tren pergerakan harga komoditas dan nilai tukar rupiah yang harus dijaga stabilitasnya.
“Kalau nilai tukar dijaga dengan stabil, maka growth akan tumbuh dan inflasi bisa melemah. Yang jelas kita fokuskan pada berapa banyaknya growth akan turun,” jelasnya.
Sri Mulyani menambahkan hampir semua negara di dunia sudah merevisi pertumbuhan ekonominya baik tahun ini maupun tahun depan. “Semua negara menghadapi statisik penurunan yang lebih cepat dan dalam. Dalam situasi ini ada yang belum dioptimalkan yaitu mengoptimalkan potensi domestik growth,” tutur Menkeu.
Menurut catatan BPS, inflasi November sebesar 0,12 persen, dengan inflasi tahun kalendar dari Januari hingga November sebesar 11,1 persen dan year on year 11,68 persen. Bulan November ini sektor makanan mengalami deflasi untuk pertama kalinya. (Kompas.com/mys)
dibaca: 4828x
0 Komentar untuk "Lindungi Pasar Dalam Negeri"
Komentar Anda:


