Tribun Belitung
Rakerda I DPD PNBK Indonesia Babel
Pancasila Hampir Mengalami Krisis
MANGGAR, POS BELITUNG -- Dewan Pimpian Daerah (DPD) PNBK Indonesia Provinsi Babel menggelar rapat kerja daerah (rekerda) I, dalam rangka kosolidasi dengan para pengurus, anggota maupun calon anggota legislatif (caleg). Rakerda ini diselenggarakan untuk persiapan dalam menghadapi pemilu 2009 mendatang.
Rakerda di buka secara resmi Sekjen PNBK Indonesia, Zulfan Lindan, dihadiri Wakapolres Beltim, Kompol Bambang Purboyo, para pengurus dan anggota partai politik di Kabupaten Beltim, KPUD Beltim, Panwas Kabupaten Beltim dan undangan lainnya, di Taman Rekreasi dan Restaurant A1, Bukit Samak Manggar, Sabtu (20/12).
Dalam sambutannya, Zulfan mengupas tentang Pancasila yang kian hari hampir mengalami krisis sebagai ideologi negara. Bahkan menurutnya banyak pemimpin elit politik dan pejabat tingkat nasional hingga daerah hampir tidak percaya lagi kepada Pancasila.
“Hampir-hampir Pancasila ini mengalami krisis sebagai ideologi negara. Oleh karena itu Bung karno selalu mengatakan, kalau kita seorang muslim yang sejati, maka kita pasti seorang Pancasilais,” ujar Zulfan.
Menurutnya, bila seorang pancasilais, pasti anti idioligi atheis seperti komunis dan anti dengan ideologi yang menyengsarakan rakyat seperti kapitaslis. Oleh sebab itu memahami Pancasila tidak hanya dari poin atau sila dari Pancasila, namun harus dipahami dan dilaksanakan makna yang ada di Pancasila.
Ia memaparkan sila dari Pancasila yang memiliki keterkaitan dengan ajaran agama Islam. Ibadah yang perlu dibangun tidak hanya fisik semata namun juga ibadah jiwa. “Rakerda I ini untuk konsolidasi dengan pengurus dan anggota maupun caleg PNBK Indonesia, diharapkan para keder PNBK Indonesia ini dapat bekerja sama dengan masyarakat dan pemerintah dalam mengisi pembangunan di negara ini, menjalin persatuan dan kesatuan. Kita ingin menyuarakan prinsip kedaulatan NKRI tetap dipertahankan, karena kita lihat saat ini kurang mendapakan perhatian dan sudah hampir bergeser,” katanya kepada Grup Bangka Pos, Sabtu (20/12).
Sementara itu Bupati Beltim, Khairul Efendi dalam sambutannya mengungkapkan, berbagai persoalan yang sedang dihadapi bangsa saat ini diantaranya, pemberantasan korupsi, terorisme, narkoba, penanganan kemiskinan. “Kita berkewajiban untuk bersama-sama dalam menanggulangi kemiskinan. Tahun 2009 nanti katanya kemiskinan akan bertambah akibat dampak krisis global. Karena kemiskinan suka membawa orang kearah kekufuran,” ungkap Efendi yang juga Ketua DPD PNBK Indonesia Provinsi Babel.
Lebih lanjut Efendi mengajak para tamu undangan yang hadir yakni para pengurus parpol di Kabupaten Beltim, untuk bersama-sama dengan pemerintah daerah berjuang menanggulangi kemiskinan.
Pada kesempatan tersebut Efendi menyinggung tentang sikap marhaenisme seperti diajarkan Bung Karno, yakni sikap sederhana sebagai landasan berpijak membela kempentingan rakyat, dengan cita-cata moral rakyat yang luhur selalu wajib dipegang teguh.
“Dalam rakerda I ini ada tiga yang utama, yakni menggalang persatuan dan kesatuan atau konsolidasi dengan para pengurus PNBK Indonesia di tinggat pusat maupun didaerah Provinsi Babel, sosialisasi dari DPP terhadap persiapan pemilu 2009, pembekalan bagi para caleg oleh tim bapilu DPP,” ungkap Efendi saat dikonfirmasi harian ini. (bev)
Dalam sambutannya, Zulfan mengupas tentang Pancasila yang kian hari hampir mengalami krisis sebagai ideologi negara. Bahkan menurutnya banyak pemimpin elit politik dan pejabat tingkat nasional hingga daerah hampir tidak percaya lagi kepada Pancasila.
“Hampir-hampir Pancasila ini mengalami krisis sebagai ideologi negara. Oleh karena itu Bung karno selalu mengatakan, kalau kita seorang muslim yang sejati, maka kita pasti seorang Pancasilais,” ujar Zulfan.
Menurutnya, bila seorang pancasilais, pasti anti idioligi atheis seperti komunis dan anti dengan ideologi yang menyengsarakan rakyat seperti kapitaslis. Oleh sebab itu memahami Pancasila tidak hanya dari poin atau sila dari Pancasila, namun harus dipahami dan dilaksanakan makna yang ada di Pancasila.
Ia memaparkan sila dari Pancasila yang memiliki keterkaitan dengan ajaran agama Islam. Ibadah yang perlu dibangun tidak hanya fisik semata namun juga ibadah jiwa. “Rakerda I ini untuk konsolidasi dengan pengurus dan anggota maupun caleg PNBK Indonesia, diharapkan para keder PNBK Indonesia ini dapat bekerja sama dengan masyarakat dan pemerintah dalam mengisi pembangunan di negara ini, menjalin persatuan dan kesatuan. Kita ingin menyuarakan prinsip kedaulatan NKRI tetap dipertahankan, karena kita lihat saat ini kurang mendapakan perhatian dan sudah hampir bergeser,” katanya kepada Grup Bangka Pos, Sabtu (20/12).
Sementara itu Bupati Beltim, Khairul Efendi dalam sambutannya mengungkapkan, berbagai persoalan yang sedang dihadapi bangsa saat ini diantaranya, pemberantasan korupsi, terorisme, narkoba, penanganan kemiskinan. “Kita berkewajiban untuk bersama-sama dalam menanggulangi kemiskinan. Tahun 2009 nanti katanya kemiskinan akan bertambah akibat dampak krisis global. Karena kemiskinan suka membawa orang kearah kekufuran,” ungkap Efendi yang juga Ketua DPD PNBK Indonesia Provinsi Babel.
Lebih lanjut Efendi mengajak para tamu undangan yang hadir yakni para pengurus parpol di Kabupaten Beltim, untuk bersama-sama dengan pemerintah daerah berjuang menanggulangi kemiskinan.
Pada kesempatan tersebut Efendi menyinggung tentang sikap marhaenisme seperti diajarkan Bung Karno, yakni sikap sederhana sebagai landasan berpijak membela kempentingan rakyat, dengan cita-cata moral rakyat yang luhur selalu wajib dipegang teguh.
“Dalam rakerda I ini ada tiga yang utama, yakni menggalang persatuan dan kesatuan atau konsolidasi dengan para pengurus PNBK Indonesia di tinggat pusat maupun didaerah Provinsi Babel, sosialisasi dari DPP terhadap persiapan pemilu 2009, pembekalan bagi para caleg oleh tim bapilu DPP,” ungkap Efendi saat dikonfirmasi harian ini. (bev)
dibaca: 14131x
1 Komentar untuk "Pancasila Hampir Mengalami Krisis"
| Anak kampong (centaurus_69@ymail.com) | 22/Jan/2010 00:57:12 |
| Pancasila hampir mengalami krisis??? bukan itu permasalahnnya, pada dasarnya pancasila tak akan pernah mengalami apa yang namanya krisis karena pancasila merupakan sebuah ideologi bangsa indonesia yang tidak dimiliki bangsa lain,, bahwa pancasila itu bersifat rigit dan flexibel, sehingga pada dasarnya mudah untuk dipahami dan mempunyai nilai luhur moral yang sangat baik,, namun pada keyataannya pengenalan dan pemahaman pancasila sejak usia dini jarang sekali dilakukan, sehingga pancasila menjadi sulit untuk di terapkan dalam karakteristik kepribadian ank bangsa saat ini,, inilah saya menghimbau bahwa pemerintah lebih meningkatkan intensitas pancasila sejak usia dini disekolah,, bukan hanya dikenalkan dengan pancasila tapi mulai memberikan intervensi pancasila terhadap perkembangan anak bangsa sejak usia dini... | |
Komentar Anda:


