Etalase
Rp 7,5 Juta Dijanjikan PNS
  • Penipu Mengaku Pejabat
edisi: 30/Dec/2009 wib
MANGGAR, POS BELITUNG - Hati-hati dengan iming-iming menjadi PNS dengan imbalan sejumlah uang melalui telepon oleh seseorang yang mengaku-ngaku sebagai pejabat. Belakangan modus seperti itu terjadi di Belitung Timur. Pelaku penipuan kali ini mencatut nama Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Beltim, Talafuddin.
“Tadi pagi kita sempat kedatangan Kepala Puskesmas Mengkubang Pak Nawawi dengan dua stafnya menanyakan kebenaran ada telepon pada Rabu (23/12) siang dari seseorang yang ngaku Kepala BKD Beltim minta jika ada tenaga honorer kesehatan ditempatnya agar melengkapi berkas termasuk pelaku minta tranfer uang Rp 7,5 juta ke nomor rekening Bank BRI 1036101008986503 atas nama Murgiono. Agak kaget juga kita karena BKD Beltim tidak pernah melakukan itu, kok tiba-tiba ada kabar begitu lagian nomor HP yang ngaku kepala BKD itu 081377916445 ini beda dengan nomor kepala BKD yang tak pernah ganti-ganti,” ungkap Kepala BKD Beltim, Talafuddin kepada Grup Bangka Pos, Senin (28/12).

Menurut Talafuddin, orang yang pertama kali menerima telepon adalah Sugeng, Kepala Puskesmas Kelapa Kampit pada Senin (21/120 lalu. Setelah itu giliran Nawawi, Kepala Puskesmas Mengkubang pada Rabu (23/12).

Pelaku penipuan saat itu mengiming-imingkan akan membantu melancarkan pengangkatan tenaga honor perawat, bidan dan medis lainnya menjadi PNS. Beruntung keduanya menanyakan langsung perihat tersebut ke kantor BKD sehingga tidak sampai menimbulkan kerugian materi.

“Tidak ada kita janjikan, mesti gini atau gitu, apalagi minta uang dengan CPNS, karena memang tidak dibenarkan. Untuk pengurusan semua berkas itu sudah ada anggaran melalui APBD Beltim, tidak ada minta-minta dengan CPNS,” tegasnya.

Talafudin mengimbau seluruh kepala dinas, badan, instansi, kantor, seluruh kepala unit kerja se-Kabupaten Beltim, tenaga honorer, dan masyarakat Beltim agar lebih waspada dan tidak mudah mempercayai iming-iming yang ditawarkan oknum yang tidak jelas.

“Kalau ada mengaku mengatasnamakan siapa saja, baik itu pejabat atau apa, sebaiknya dicek dulu kebenarannya jangan langsung percaya apalagi minta transfer sejumlah uang. Jelas itu penipuan,” ujarnya.
Menyikapi masalah ini, BKD Kabupaten Beltim telah mengeluarkan surat pemberitahuan Nomor 800/464/BKD/I/2009 tanggal 28 Desember 2009 yang menyebutkan bahwa Kepala BKD Kabupaten Beltim tidak pernah meminta uang atau imbalan dalam bentuk apapun dalam pengurusan dokumen/masalah kepegawaian termasuk pengangkatan CPNS baik dari pelamar umum maupun tenaga honorer/kontrak.

Pada tahun 2009, formasi CPNS Beltim hanya menerima CPNS dari pelamar umum. Semua tenaga honorer Pemkab Beltim yang sebelumnya telah tercantum di dalam database Badan Kepegawai Negara telah diangkat menjadi PNS.

Pulang Rapat

Kepala Puskesmas Manggar Nawawi mengungkapkan dirinya sempat ditelepon seseorang yang mengaku Kepala BKD Kabupaten Beltim pada, Rabu (23/12). Penelpon yang menggunakan nomor handphone 081377916445 mengungkapkan akan membantu mengurus pengangkatan tenaga honorer di Puskesmas Mengkubang menjadi PNS.

Penelpon mengaku saat itu sedang berada di Jakarta dan baru saja pulang rapat dari BKN Pusat Jakarta terkait pengangkatan tenaga honorer medis, perawat dan bidan dengan masa kerja tertentu untuk diangkat menjadi PNS.

Tenaga honorer diminta melengkapi KTP, SK honorer dan ijazah terakhir, serta mengirimkan uang sebesar Rp 7,5 juta untuk kelancaran administrasi. Uang harus ditransfer ke nomor rekening BRI 1036101008986503 atas nama Murgiono.

“Pertama kali terima telepon dia mengaku Kepala BKD Beltim akan urus pengangkatan tenaga honorer jadi CPNS. Siapkan berkas dan uang Rp 7,5 juta. Dia bilang kalau berkas paling lambat pukul 11.00 WIB tanggal 24, tapi untuk uang agar ditranfer siang ini. Dapat info gini senang la tenaga honor tapi aku tak gitu percaya,” ujar Nawawi, Senin (28/12). (iwn)
0 Komentar untuk "Rp 7,5 Juta Dijanjikan PNS"
Komentar Anda:
Salin karakter yang terlihat di kotak atas.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Breaking News TV
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort