Etalase
Lakalantas Tahun Baru
Satu Tewas, Dua Luka-luka
- Sebelas Korban Masuk UGD
TANJUNGPANDAN, POS BELITUNG -- Malam pergantian tahun baru 2010 tak sempat dilalui Kuspiandi (28). Naas lebih dulu menghampirinya. Warga Air Raya Timur, Desa Perawas itu tewas setelah sepeda motor yang dikendarainya bertabrakan dengan sepeda motor yang dikendarai Harianto berboncengan dengan Rozy di Simpang Jalan Pak Mangga, Desa Pangkalalang, Tanjungpandan, Kamis (31/12).
Kuspiandi meninggal di lokasi kejadian akibat mengalami luka cukup serius di bagian kepala. Sementara, Harianto dan Rozy menderita luka ringan dan tidak menjalani rawat inap di rumah sakit.
Informasi yang dihimpun harian ini dari kepolisian, peristiwa itu terjadi saat kedua kendaraan melaju dari arah yang sama dari arah simpang empat Pangkalalang menuju Jalan Pak Mangga. Hujan yang turun malam itu ikut mempengaruhi pendangan.
Bripda Ade Chandra yang memegang berkas berita perkara seizin Kasat Lantas Polres Belitung AKP Tri Purwanto mengungkapkan awalnya, Harianto bersama Rozy meluncur dari arah simpang empat Pangkalalang. Di sekitar Jalan Pak Mangga, karena jalanan berupa turunan, Harianto berusaha memperlambat laju kendaraannya. Ketika itu, Harianto berbelok ke kanan jalan. Diduga saat itu Harianto lupa menyalakan lampu sein. Kuspiandi yang saat itu meluncur dari arah yang sama tidak mengira bila motor yang dikendarai Harianto hendak berbelok. Tabrakan pun tidak dapat dihindarkan. Harianto bersama rekannya terpental ke arah kiri jalan. Sedangkan, Kuspiandi terpelanting ke arah kanan jalan.
“Hanya satu yang menggunakan helm standar dalam tabrakan itu,” kata Bripda Ade Chandra kepada Grup Bangka Pos, Jumat (1/1).
Ade menegaskan peristiwa ini seharusnya tidak terjadi jika para pengendara sepeda motor mentaati aturan berlalu lintas.
Selain kasus kecelakaan itu, data Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Kabupaten Belitung mencatat ada 11 kasus kecelakaan lalu lintas lainnya yang masuk UGD sepanjang malam tahun baru.
Sebelas kasus laka lantas itu hanya merupakan kecelakaan ringan dan tidak memakan korban jiwa. Korban hanya dirawat intensif atau dirawat inap. Para korban hanya mengalami luka ringan dan sudah dipulangkan ke rumahnya masing-masing.
“Ada 12 kasus malam itu, dengan satu kasus laka yang menewaskan korbannya. Setahu saya, korban yang tewas itu sudah meninggal ketika sampai di rumah sakit,” kata seorang penjaga arsip RSUD Kabupaten Belitung. (i6)
Informasi yang dihimpun harian ini dari kepolisian, peristiwa itu terjadi saat kedua kendaraan melaju dari arah yang sama dari arah simpang empat Pangkalalang menuju Jalan Pak Mangga. Hujan yang turun malam itu ikut mempengaruhi pendangan.
Bripda Ade Chandra yang memegang berkas berita perkara seizin Kasat Lantas Polres Belitung AKP Tri Purwanto mengungkapkan awalnya, Harianto bersama Rozy meluncur dari arah simpang empat Pangkalalang. Di sekitar Jalan Pak Mangga, karena jalanan berupa turunan, Harianto berusaha memperlambat laju kendaraannya. Ketika itu, Harianto berbelok ke kanan jalan. Diduga saat itu Harianto lupa menyalakan lampu sein. Kuspiandi yang saat itu meluncur dari arah yang sama tidak mengira bila motor yang dikendarai Harianto hendak berbelok. Tabrakan pun tidak dapat dihindarkan. Harianto bersama rekannya terpental ke arah kiri jalan. Sedangkan, Kuspiandi terpelanting ke arah kanan jalan.
“Hanya satu yang menggunakan helm standar dalam tabrakan itu,” kata Bripda Ade Chandra kepada Grup Bangka Pos, Jumat (1/1).
Ade menegaskan peristiwa ini seharusnya tidak terjadi jika para pengendara sepeda motor mentaati aturan berlalu lintas.
Selain kasus kecelakaan itu, data Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Kabupaten Belitung mencatat ada 11 kasus kecelakaan lalu lintas lainnya yang masuk UGD sepanjang malam tahun baru.
Sebelas kasus laka lantas itu hanya merupakan kecelakaan ringan dan tidak memakan korban jiwa. Korban hanya dirawat intensif atau dirawat inap. Para korban hanya mengalami luka ringan dan sudah dipulangkan ke rumahnya masing-masing.
“Ada 12 kasus malam itu, dengan satu kasus laka yang menewaskan korbannya. Setahu saya, korban yang tewas itu sudah meninggal ketika sampai di rumah sakit,” kata seorang penjaga arsip RSUD Kabupaten Belitung. (i6)
dibaca: 221x
0 Komentar untuk "Satu Tewas, Dua Luka-luka"
Komentar Anda:


