Etalase
Hujan Sambut Malam Tahun Baru
- Tanjungpendam dan Nyiur Melambai Macet
SUASANA malam pergantian tahun 2009 ke 2010 di Belitung diwarnai kemacetan luar biasa yang terjadi di sekitar Pantai Tanjungpendam, Tanjungpandan dan Pantai Nyiur Melambai, Manggar, yang menjadi lokasi utama perayaan pergantian tahun di Kabupaten Belitung dan Beltim.
Hujan yang mengguyur Tanjungpandan sepanjang Kamis (31/12) malam sempat membuat warga agak kesulitan keluar rumah. Tidak seperti perayaan tahun-tahun baru sebelumnya yang selalu mulai ramai sejak malam tiba dengan kegiatan-kegiatan warga di sejumlah rumah, lokasi wisata, atau jalanan, kali ini warga terpaksa lebih banyak berdiam di rumah. Kendati demikian, hujan tak menyurutkan kemeriahan malam tahun baru.
Kamis malam, sejumlah pertokoan dan pusat perbelanjaan buka lebih lama dibandingkan hari biasanya. Jalan-jalan pusat kota dan beberapa lokasi keramaian dipadati pengunjung. Pantai wisata Tanjungpendam yang menjadi lokasi peluncuran Visit Babel Archi 2010 masih menjadi daya tarik warga merayakan malam tahun baru. Ragam acara hiburan dihadirkan di pantai wisata yang berada di pusat kota Tanjungpandan ini, yang kemudian ditutup dengan pesta kembang api.
Sejak pukul 16.00 WIB, masyarakat sudah mulai bergerak mengunjungi Pantai Tanjungpendam. Pengunjung datang bersantai di pantai itu. Petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Belitung pun disiagakan mengatur arus lalu lintas. Arus lalu lintas diarahkan dengan jalan masuk satu arah mulai dari simpang RSUD Kabupaten Belitung dan jalan dari arah Cafe 55 Tanjungpandan. Menjelang malam, ribuan orang tumpah di Pantai Tanjungpendam.
Ketika hujan mulai reda, sekitar puku 23.00, iring-iringan kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat yang memasuki Tanjungpendam semakin ramai. Jalan menuju Pantai Tanjungpendam macet total. Kemacetan panjang terjadi mulai dari depan Billiton Hotel & Club hingga area masuk Pantai Tanjungpendam, serta dari arah mulai Jalan Patimura hingga Pantai Tanjungpendam. Parkiran kendaraan memanjang lebih dari satu kilometer dari Pantai Tanjungpendam.
“Parkir di sana sudah tidak bisa lagi. Jadi, parkir di depan UGD (RSUD) saja. Ya, jalan kaki ke pantainya,” kata Deri, seorang pengunjung Pantai Tanjungpendam kepada Grup Bangka Pos.
Rangkaian acara yang digelar untuk menyambut malam pergantian tahun 2010 di Pantai Tanjungpendam seperti pasar malam, pameran kesenian, pertunjukan kesenian, hingga pesta kembang api membuat suasana Pantai Tanjungpendam semakin meriah.
“Asyik ya, bisa bersama keluarga menyaksikan tahun baru ini. Semoganya semuanya menjadi lebih baik lagi di tahun baru ini,” ujar Saipul yang membawa keluarganya ke Pantai Tanjungpendam.
Tepat pukul 00.00 WIB, langit Pantai Tanjungpendam berubah menjadi berwarna warni ketika ratusan kembang api dilepaskan ke udara. Warna langit yang kelam usai guyuran hujan berubah menjadi kombinasi warna merah, kuning, hijau, biru dan warna lainnya. Sejumlah pengunjung segara mengabadikan suasana langit Pantai Tanjungpendam.
Sayangnya, letusan kembang api ini tak bisa seluruhnya disaksikan di daerah luar Pantai Tanjungpendam. Dari arah Taman Kota hanya beberapa ledakan besar yang terlihat. Banyak gedung tinggi dan pepohonan menghalangi pemandangan lepas ke arah Pantai Tanjungpendam. Sementara itu, warga Tanjungpandan pun beramai-ramai menyalakan kembang api di berbagai bagian kota yang menambah semarak suasana pergantian tahun.
Ketika perayaan tahun baru di Pantai Tanjungpendam berakhir, kemacetan ribuan kendaraan terjadi dari arah pantai tersebut mulai pukul 00.30 hingga mereda sekitar pukul 02.30 dini hari.
Kemeriahan pesta malam pergantian tahun juga berlangsung di Pantai Nyiur Melambai, Manggar. Pesta kembang api menutup rangkaian acara di kawasan wisata tersebut ditandai dengan penyulutan sumbu kembang api oleh Bupati Beltim Khairul Efendi. Warga juga memadati Pantai Nyiur Melambai hingga menyebabkan antrean kendaraan hingga memacetkan arus lalu lintas.
Hiburan penutup tahun 2009 kali ini diisi dengan hiburan band dan artis ibukota, serta penampilan penyanyi Joni Rodith-Sidik. “Semoga semua upaya dan ikhtiar kita tahun 2010 mendatang mendapat ridho petunjuk dan bimbingan dari Allah SWT,” kata bupati dalam sambutannya.
Sebelumnya, bupati lebih dulu memberi hadiah kepada salah seorang guru yang telah mengabdi selama 31 tahun pada SD Negeri 39 Manggar. Guru tersebut mendapat hadiah berangkat ke Tanah Suci Mekkah. Selain itu ada pula doorprice bagi warga yang hadir di Pantai Nyiur Melambai.
“Jarang-jarang macam gini, makanya kita abadikan bunga-bunga api ini,” kata seorang warga.
Perayaan malam pergantian tahun tidak hanya berlangsung di lokasi wisata Pantai Nyiur Melambai, warga juga ada yang berkumpul dan merayakan bersama di Warkop Bandoeng River, pelataran Gedung DPRD Beltim, pelataran Pelabuhan ASDP Manggar, Bukit Samak A1, Cafe Puri Indah dan Restoran Nusa Indah II. Sebagian warga berkonvoi keliling kota sambil meniup terompet dan membunyikan klakson sepeda motor. Puncak acara perayaan tahun baru ditutup dengan pesta kembang api hampir di setiap lokasi perayaan.
Sementara itu Panitia Turnamen Gaple Kapolres Beltim Cup II mengelar acara pembagian hadiah pada malam tahun baru di halaman Warkop Bandoeng River. Kemeriahan juga diisi dengan hiburan musik, atraksi barongsai singa selatan binaan MAKIN Manggar, dan kembang api.
Pasangan Saparudin-Suhardi keluar sebagai juara pertama lomba gaple Kapolres Cup II dan berhak membawa hadiah dua unit sepeda motor mio. Sementara pasangan Lukman-Bubun asal Tanjungpandan di tempat kedua meraih hadiah dua buah TV Warna layar datar 29 inci. Juara III diraih pasangan Yanto-Burik dengan hadiah masing-masing sebuah kulkas dua pintu dan Juara IV mendapatkan dua buah TV 17 inci diraih Gaudi-Bedu.
Hadiah juara pertama dan kedua diserahkan Wakapolres Beltim Kompol Bambang mewakili Kapolres Beltim AKBP Rajendra Sumihar yang pada kesempatan itu berhalangan hadir karena tugas luar daerah. (fm2/i6/iwn)
Bisnis Terompet Lesu
PESTA pergantian tahun baru kurang meriah tanpa terompet dan kembang api. Momen ini setiap tahun selalu dimanfaatkan para pedagang terompet dan kembang api untung meraup omset. Tapi malam pergantian tahun 2009 ke 2010 kemarin terasa begitu kurang bergairah bagi para pedagang terompet. Pasalnya, penjualan sedikit lesu dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Penjualan terompet tahun ini agak menurun kalau dibandingkan dengan setahun juga dua tahun lalu. Kini ekonomi agak lesu dan juga sudah banyak memang yang jualan terompet,” ungkap Toto Karnito, pedagang Karnito yang mangkal di Pantai Nyiur Melambai, Kamis (31/12) malam.
Pada malam pergantian tahun kemarin, Karnito membawa sekitar 150 terompet. Tapi hingga waktu menunjukkan pukul 00.00 WIB, baru sekitar 50 terompet yang terjual.
“Tahun kemarin bawa 250 mangkal di depan puncak pukul 19.30 WIB sudah habis. Tadi bawa 150 sampai ini masih ada,” ujarnya. (iwn)
Kamis malam, sejumlah pertokoan dan pusat perbelanjaan buka lebih lama dibandingkan hari biasanya. Jalan-jalan pusat kota dan beberapa lokasi keramaian dipadati pengunjung. Pantai wisata Tanjungpendam yang menjadi lokasi peluncuran Visit Babel Archi 2010 masih menjadi daya tarik warga merayakan malam tahun baru. Ragam acara hiburan dihadirkan di pantai wisata yang berada di pusat kota Tanjungpandan ini, yang kemudian ditutup dengan pesta kembang api.
Sejak pukul 16.00 WIB, masyarakat sudah mulai bergerak mengunjungi Pantai Tanjungpendam. Pengunjung datang bersantai di pantai itu. Petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Belitung pun disiagakan mengatur arus lalu lintas. Arus lalu lintas diarahkan dengan jalan masuk satu arah mulai dari simpang RSUD Kabupaten Belitung dan jalan dari arah Cafe 55 Tanjungpandan. Menjelang malam, ribuan orang tumpah di Pantai Tanjungpendam.
Ketika hujan mulai reda, sekitar puku 23.00, iring-iringan kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat yang memasuki Tanjungpendam semakin ramai. Jalan menuju Pantai Tanjungpendam macet total. Kemacetan panjang terjadi mulai dari depan Billiton Hotel & Club hingga area masuk Pantai Tanjungpendam, serta dari arah mulai Jalan Patimura hingga Pantai Tanjungpendam. Parkiran kendaraan memanjang lebih dari satu kilometer dari Pantai Tanjungpendam.
“Parkir di sana sudah tidak bisa lagi. Jadi, parkir di depan UGD (RSUD) saja. Ya, jalan kaki ke pantainya,” kata Deri, seorang pengunjung Pantai Tanjungpendam kepada Grup Bangka Pos.
Rangkaian acara yang digelar untuk menyambut malam pergantian tahun 2010 di Pantai Tanjungpendam seperti pasar malam, pameran kesenian, pertunjukan kesenian, hingga pesta kembang api membuat suasana Pantai Tanjungpendam semakin meriah.
“Asyik ya, bisa bersama keluarga menyaksikan tahun baru ini. Semoganya semuanya menjadi lebih baik lagi di tahun baru ini,” ujar Saipul yang membawa keluarganya ke Pantai Tanjungpendam.
Tepat pukul 00.00 WIB, langit Pantai Tanjungpendam berubah menjadi berwarna warni ketika ratusan kembang api dilepaskan ke udara. Warna langit yang kelam usai guyuran hujan berubah menjadi kombinasi warna merah, kuning, hijau, biru dan warna lainnya. Sejumlah pengunjung segara mengabadikan suasana langit Pantai Tanjungpendam.
Sayangnya, letusan kembang api ini tak bisa seluruhnya disaksikan di daerah luar Pantai Tanjungpendam. Dari arah Taman Kota hanya beberapa ledakan besar yang terlihat. Banyak gedung tinggi dan pepohonan menghalangi pemandangan lepas ke arah Pantai Tanjungpendam. Sementara itu, warga Tanjungpandan pun beramai-ramai menyalakan kembang api di berbagai bagian kota yang menambah semarak suasana pergantian tahun.
Ketika perayaan tahun baru di Pantai Tanjungpendam berakhir, kemacetan ribuan kendaraan terjadi dari arah pantai tersebut mulai pukul 00.30 hingga mereda sekitar pukul 02.30 dini hari.
Ke Tanah Suci
Kemeriahan pesta malam pergantian tahun juga berlangsung di Pantai Nyiur Melambai, Manggar. Pesta kembang api menutup rangkaian acara di kawasan wisata tersebut ditandai dengan penyulutan sumbu kembang api oleh Bupati Beltim Khairul Efendi. Warga juga memadati Pantai Nyiur Melambai hingga menyebabkan antrean kendaraan hingga memacetkan arus lalu lintas.
Hiburan penutup tahun 2009 kali ini diisi dengan hiburan band dan artis ibukota, serta penampilan penyanyi Joni Rodith-Sidik. “Semoga semua upaya dan ikhtiar kita tahun 2010 mendatang mendapat ridho petunjuk dan bimbingan dari Allah SWT,” kata bupati dalam sambutannya.
Sebelumnya, bupati lebih dulu memberi hadiah kepada salah seorang guru yang telah mengabdi selama 31 tahun pada SD Negeri 39 Manggar. Guru tersebut mendapat hadiah berangkat ke Tanah Suci Mekkah. Selain itu ada pula doorprice bagi warga yang hadir di Pantai Nyiur Melambai.
“Jarang-jarang macam gini, makanya kita abadikan bunga-bunga api ini,” kata seorang warga.
Perayaan malam pergantian tahun tidak hanya berlangsung di lokasi wisata Pantai Nyiur Melambai, warga juga ada yang berkumpul dan merayakan bersama di Warkop Bandoeng River, pelataran Gedung DPRD Beltim, pelataran Pelabuhan ASDP Manggar, Bukit Samak A1, Cafe Puri Indah dan Restoran Nusa Indah II. Sebagian warga berkonvoi keliling kota sambil meniup terompet dan membunyikan klakson sepeda motor. Puncak acara perayaan tahun baru ditutup dengan pesta kembang api hampir di setiap lokasi perayaan.
Lomba Gaple
Sementara itu Panitia Turnamen Gaple Kapolres Beltim Cup II mengelar acara pembagian hadiah pada malam tahun baru di halaman Warkop Bandoeng River. Kemeriahan juga diisi dengan hiburan musik, atraksi barongsai singa selatan binaan MAKIN Manggar, dan kembang api.
Pasangan Saparudin-Suhardi keluar sebagai juara pertama lomba gaple Kapolres Cup II dan berhak membawa hadiah dua unit sepeda motor mio. Sementara pasangan Lukman-Bubun asal Tanjungpandan di tempat kedua meraih hadiah dua buah TV Warna layar datar 29 inci. Juara III diraih pasangan Yanto-Burik dengan hadiah masing-masing sebuah kulkas dua pintu dan Juara IV mendapatkan dua buah TV 17 inci diraih Gaudi-Bedu.
Hadiah juara pertama dan kedua diserahkan Wakapolres Beltim Kompol Bambang mewakili Kapolres Beltim AKBP Rajendra Sumihar yang pada kesempatan itu berhalangan hadir karena tugas luar daerah. (fm2/i6/iwn)
Bisnis Terompet Lesu
PESTA pergantian tahun baru kurang meriah tanpa terompet dan kembang api. Momen ini setiap tahun selalu dimanfaatkan para pedagang terompet dan kembang api untung meraup omset. Tapi malam pergantian tahun 2009 ke 2010 kemarin terasa begitu kurang bergairah bagi para pedagang terompet. Pasalnya, penjualan sedikit lesu dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Penjualan terompet tahun ini agak menurun kalau dibandingkan dengan setahun juga dua tahun lalu. Kini ekonomi agak lesu dan juga sudah banyak memang yang jualan terompet,” ungkap Toto Karnito, pedagang Karnito yang mangkal di Pantai Nyiur Melambai, Kamis (31/12) malam.
Pada malam pergantian tahun kemarin, Karnito membawa sekitar 150 terompet. Tapi hingga waktu menunjukkan pukul 00.00 WIB, baru sekitar 50 terompet yang terjual.
“Tahun kemarin bawa 250 mangkal di depan puncak pukul 19.30 WIB sudah habis. Tadi bawa 150 sampai ini masih ada,” ujarnya. (iwn)
dibaca: 233x
0 Komentar untuk "Hujan Sambut Malam Tahun Baru"
Komentar Anda:


