Serumpun Sebalai
OP Beras Diserbu
Satu Ton Beras Habis
- Rp 5.650 per Kilogram
- Kualitas Bagus
Bangka Pos/Fennie V
OP BERAS - Operasi Pasar (OP) beras Bulog di Pasar Pembangunan Pangkalpinang, Jumat (5/2/2010). Beras OP tersebut dijual seharga Rp 5.650/kg sejak pukul 07.30 WIB dan hingga pukul 10.00 WIB masih tersisa 105 kg.
Kepala Bulog Sub Divre Wilayah II Bangka, Wasingun HS, mengatakan belum banyak warga yang mengetahui adanya OP beras ini.
“Makanya dengan adanya pemberitaan ini kita berharap masyarakat bisa mengetahui kalau Bulog menggelar OP beras,” ujar Wasingun kepada Bangka Pos Group, Jumat (5/2).
Lebih lanjut dikatakannya, pada hari pertama OP beras dilakukan di Pasar Pembangunan Pangkalpinang. Rencananya, Sabtu (6/2) Bulog akan menggelar OP beras di dua lokasi yakni di Pasar Pembangunan dan Pasar Pagi Pangkalpinang mulai pukul 08.00 hingga 09.00 WIB.
“Tadi dihabiskan sekitar satu ton lebih beras, animo masyarakat lumayan. Namun, banyak warga yang belum tahu digelarnya OP beras ini. Rata-rata warga beli per karung yang isinya 15 kilogram beras, namun ada juga yang beli eceran,” ungkap Wasingun didampingi Kasi Pelayanan Publik Bulog Sub Divre Wilayah II Bangka, Slamet.
Berapa pun beras yang diminta, lanjutnya, akan dipenuhi Bulog karena sudah dialokasi sebanyak 1.000 ton beras untuk kabupaten/kota yang ada di Babel.
“OP ini akan kita laksanakan sampai betul-betul harga beras stabil. Di Babel ini yang sudah melaksanakan OP di antaranya Basel dan dalam waktu dekat akan dilakukan di Bangka seperti di Baturusa tanggal 11 Februari dan Mendobarat tanggal 12 Februari,” katanya seraya menuturkan OP dilakukan oleh Satgas Bulog.
Ditegaskannya, beras Bulog ini memiliki kualitas bagus untuk dikonsumsi. Masyarakat jangan hanya melihat wujud luarnya saja, namun jika dibandingkan dengan kualitas beras yang lain seperti jenis TR, beras Bulog ini tidak kalah bagus kualitasnya.
“Wujud beras Bulog ini memang kecil-kecil, namun derajat sosohnya lebih bagus, karena semakin polesannya bagus maka beras ini kualitasnnya semakin bagus,” jelasnya.
Apalagi untuk penderita diabetes, beras Bulog ini sangat cocok dikonsumsi, karena kadar gulanya rendah dibandingkan beras lain.
“Beras ini kering, sehingga kadar gulanya sedikit. Untuk proses pengolahannya sama seperti beras biasa, hanya saja pas dimasak airnya agak banyak supaya mekarnya lebih banyak,” tuturnya.
Dilanjutkannya, beras Bulog ini dijual dengan harga Rp 5.650 per kilogram. (may)
“Makanya dengan adanya pemberitaan ini kita berharap masyarakat bisa mengetahui kalau Bulog menggelar OP beras,” ujar Wasingun kepada Bangka Pos Group, Jumat (5/2).
Lebih lanjut dikatakannya, pada hari pertama OP beras dilakukan di Pasar Pembangunan Pangkalpinang. Rencananya, Sabtu (6/2) Bulog akan menggelar OP beras di dua lokasi yakni di Pasar Pembangunan dan Pasar Pagi Pangkalpinang mulai pukul 08.00 hingga 09.00 WIB.
“Tadi dihabiskan sekitar satu ton lebih beras, animo masyarakat lumayan. Namun, banyak warga yang belum tahu digelarnya OP beras ini. Rata-rata warga beli per karung yang isinya 15 kilogram beras, namun ada juga yang beli eceran,” ungkap Wasingun didampingi Kasi Pelayanan Publik Bulog Sub Divre Wilayah II Bangka, Slamet.
Berapa pun beras yang diminta, lanjutnya, akan dipenuhi Bulog karena sudah dialokasi sebanyak 1.000 ton beras untuk kabupaten/kota yang ada di Babel.
“OP ini akan kita laksanakan sampai betul-betul harga beras stabil. Di Babel ini yang sudah melaksanakan OP di antaranya Basel dan dalam waktu dekat akan dilakukan di Bangka seperti di Baturusa tanggal 11 Februari dan Mendobarat tanggal 12 Februari,” katanya seraya menuturkan OP dilakukan oleh Satgas Bulog.
Ditegaskannya, beras Bulog ini memiliki kualitas bagus untuk dikonsumsi. Masyarakat jangan hanya melihat wujud luarnya saja, namun jika dibandingkan dengan kualitas beras yang lain seperti jenis TR, beras Bulog ini tidak kalah bagus kualitasnya.
“Wujud beras Bulog ini memang kecil-kecil, namun derajat sosohnya lebih bagus, karena semakin polesannya bagus maka beras ini kualitasnnya semakin bagus,” jelasnya.
Apalagi untuk penderita diabetes, beras Bulog ini sangat cocok dikonsumsi, karena kadar gulanya rendah dibandingkan beras lain.
“Beras ini kering, sehingga kadar gulanya sedikit. Untuk proses pengolahannya sama seperti beras biasa, hanya saja pas dimasak airnya agak banyak supaya mekarnya lebih banyak,” tuturnya.
Dilanjutkannya, beras Bulog ini dijual dengan harga Rp 5.650 per kilogram. (may)
dibaca: 155x
0 Komentar untuk "Satu Ton Beras Habis "
Komentar Anda:


