Etalase
Teman Berakhir di Ujung Pisau
- Sempat Adu Mulut
- Terjadi di rumah Kosong
- Tersangka dan Barang Bukti Diamankan
- Modus Lain Masih Didalami
persdanetwork/herudin
EMPAT PULUH HARI GUS DUR - Ribuan warga melakukan membacakan Tahlil dan Yasin pada acara empat puluh hari meninggalnya mantan Presiden Abdurahman Wahid atau yang biasa disapa Gus Dur, di Ciganjur, Jakarta Selatan, Minggu (7/2). Tidak hanya umat muslim yang datang pada acara itu, terlihat dua orang Biksu Budha juga hadir pada acara tersebut.
Tersangka Ad setelah peristiwa itu langsung menyerahkan diri ke pihak kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Barang bukti sebilah pisau yang diduga digunakan Ad juga ikut diamankan polisi.
Peristiwa ini cukup mengagetkan warga setempat. Kasat Reskrim Polres Belitung AKP Jojo Sutarjo seizin Kapolres Belitung AKBP Suharjo mengemukakan peristiwa naas itu berawal saat Ad dan seorang temannya baru pulang dari tempat hiburan malam di kawasan Kebun Karet, Sijuk. Ad dan temannya kemudian menuju tempat biasa berkumpulnya teman mereka lainnya di sebuah rumah kosong di desa tersebut.
Setibanya di rumah kosong itu, Ad dan temannya langsung masuk ke dalam rumah. Karena lelah, Ad memilih istirahat. Ia hanya sesekali saja menyapa temannya yang lain berjumlah sekitar lima orang, termasuk Hr. Melihat Ad yang terkesan acuh tersebut, korban merasa tersinggung.
“Korban merasa tersinggung karena tidak ditegur tersangka pada malam itu,” kata Jojo kepada Grup Bangka Pos, Minggu (7/2).
Ad yang sedang berbaring kemudian didatangi korban yang kemudian langsung menanyakan perihal sikapnya tersebut. Akibatnya terjadi cek cok mulut antar keduanya.
Menurut Jojo, korban saat itu kemudian mendorong Ad hingga membuatnya terpeleset. Tak puas, korban pun berusaha memukul. Merasa terjepit, Ad lantas menarik sebilah pisau yang terselip di dinding rumah. Pisau dilayangkan ke arah korban dan mengenai bagian wajah.
Berdasarkan keterangan Ad, jelas Jojo, korban saat itu tetap tak mau menyerah. Ia terus mendorong sambil mencekik Ad. Dalam posisi seperti itu, jelas Jojo, Ad sekali lagi mengayunkan pisau di tangannya. Kali ini mengenai bagian dada bagian kiri korban. Seiring itu pula, cekikan tangan korban di leher Ad melemah.
“Tersangka mengatakan dirinya membela diri dengan spontan melayangkan pisau ke arah wajah dan dada kiri korban. Dimana tusukan tersebut membuat korban meninggal dunia,” jelas Jojo.
Usai kejadian itu, Ad bergegas mendatangi rumah saudara ibunya yang berada di depan tempat kejadian. Ad meminta keluarganya tersebut segera menghubungi kepala desa dan minta langsung diantarkan ke pihak kepolisian guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Kita memberikan apresiasi kepada masyarakat terkait peristiwa ini. Kerjasama yang baik sehingga, tersangka dapat segera diamankan untuk menjalani proses hukum sesuai dengan aturannya,” kata Jojo.
Jojo mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka. Alasan tersangka yang mengaku membela diri masih akan didalami lebih lanjut. Ini untuk mengetahui kemungkinan ada modus lain.
“Sekarang tersangka ada di tahanan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif petugas,” terang Jojo.
Polisi telah memasang garis polisi di tempat kejadian perkara (TKP) untuk kepentingan pemeriksaan.
“TKP sudah kita police line, dan tersangka tetap kita proses hukumnya,” jelas Jojo.
Kapolsek Sijuk Ipda Mahmud menambahkan pihaknya sangat menghargai masyarakat Sijuk atas kerja sama dan partisipasinya sehingga kasus ini segera ditangani dengan cepat.
“Kita sudah setiap waktu memberikan penyuluhan hukum kepada masyarakat. Kita harapkan masyarakat Sijuk mengerti hukum dan tindak kejahatan dapat diminimalisir atau bahkan dihilangkan sama sekali,” kata Mahmud. (i6)
Aku
Memang Capek
PENYESALAN selalu datang terlambat. Demikian pula dengan Ad (29). Lelaki satu ini hanya bisa termenung memikirkan peristiwa tragis yang baru saja terjadi.
“Aku menyesal dan tidak tahu akan jadi seperti ini,” kata Ad saat ditemui Grup Bangka Pos di sela menjalani pemeriksaan di Polres Belitung, Minggu (7/2).
Apa yang dilakukannya, menurut Ad, hanya untuk membela diri saat korban memukul dan mencekiknya. Ia tak menyangka pisau telah merenggut nyawa rekannya itu pada Sabtu (6/2) malam itu.
Selama ini, jelasnya, ia tidak pernah memiliki masalah apapun dengan korban. Pada malam itu, ia mengaku sama sekali tidak bermaksud untuk tidak menegur korban.
“Aku tidak pernah ada niat untuk seperti ini. Semuanya terjadi begitu saja. Malam itu, aku memang terlalu capek dan terkejut membela diri karena sikap korban,” ungkap Ad yang mengaku berstatus duda beranak satu ini.
Ad mengaku tidak memiliki niat atau merencanakan menghabisi korban. Hal itu pun telah diungkapkannya kepada salah seorang saudara korban yang sempat mendatanginya.
“Aku bilang dengan saudara korban, tusuk aku juga biar aku juga mati. Karena aku tidak sengaja,” tambahnya.
Ad tidak menampik dirinya memang sempat menengak minuman beralkohol sebelum pulang ke rumah kosong tersebut. Namun, ia membantah saat itu dalam kondisi mabuk. Ia menyatakan saat itu memang sangat lelah usai bekerja siang harinya sebagai buruh harian dan tiba di rumah kosong itu untuk beristirahat. Ad menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh keluarga korban dan keluarganya atas peristiwa tersebut.
“Apapun, resiko hukum yang dijeratkan pihak kepolisian, aku siap. Dan ini menjadi pelajaran berharga buat diriku secara pribadi,” paparnya. (i6)
Peristiwa ini cukup mengagetkan warga setempat. Kasat Reskrim Polres Belitung AKP Jojo Sutarjo seizin Kapolres Belitung AKBP Suharjo mengemukakan peristiwa naas itu berawal saat Ad dan seorang temannya baru pulang dari tempat hiburan malam di kawasan Kebun Karet, Sijuk. Ad dan temannya kemudian menuju tempat biasa berkumpulnya teman mereka lainnya di sebuah rumah kosong di desa tersebut.
Setibanya di rumah kosong itu, Ad dan temannya langsung masuk ke dalam rumah. Karena lelah, Ad memilih istirahat. Ia hanya sesekali saja menyapa temannya yang lain berjumlah sekitar lima orang, termasuk Hr. Melihat Ad yang terkesan acuh tersebut, korban merasa tersinggung.
“Korban merasa tersinggung karena tidak ditegur tersangka pada malam itu,” kata Jojo kepada Grup Bangka Pos, Minggu (7/2).
Ad yang sedang berbaring kemudian didatangi korban yang kemudian langsung menanyakan perihal sikapnya tersebut. Akibatnya terjadi cek cok mulut antar keduanya.
Menurut Jojo, korban saat itu kemudian mendorong Ad hingga membuatnya terpeleset. Tak puas, korban pun berusaha memukul. Merasa terjepit, Ad lantas menarik sebilah pisau yang terselip di dinding rumah. Pisau dilayangkan ke arah korban dan mengenai bagian wajah.
Berdasarkan keterangan Ad, jelas Jojo, korban saat itu tetap tak mau menyerah. Ia terus mendorong sambil mencekik Ad. Dalam posisi seperti itu, jelas Jojo, Ad sekali lagi mengayunkan pisau di tangannya. Kali ini mengenai bagian dada bagian kiri korban. Seiring itu pula, cekikan tangan korban di leher Ad melemah.
“Tersangka mengatakan dirinya membela diri dengan spontan melayangkan pisau ke arah wajah dan dada kiri korban. Dimana tusukan tersebut membuat korban meninggal dunia,” jelas Jojo.
Usai kejadian itu, Ad bergegas mendatangi rumah saudara ibunya yang berada di depan tempat kejadian. Ad meminta keluarganya tersebut segera menghubungi kepala desa dan minta langsung diantarkan ke pihak kepolisian guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Kita memberikan apresiasi kepada masyarakat terkait peristiwa ini. Kerjasama yang baik sehingga, tersangka dapat segera diamankan untuk menjalani proses hukum sesuai dengan aturannya,” kata Jojo.
Jojo mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka. Alasan tersangka yang mengaku membela diri masih akan didalami lebih lanjut. Ini untuk mengetahui kemungkinan ada modus lain.
“Sekarang tersangka ada di tahanan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif petugas,” terang Jojo.
Polisi telah memasang garis polisi di tempat kejadian perkara (TKP) untuk kepentingan pemeriksaan.
“TKP sudah kita police line, dan tersangka tetap kita proses hukumnya,” jelas Jojo.
Kapolsek Sijuk Ipda Mahmud menambahkan pihaknya sangat menghargai masyarakat Sijuk atas kerja sama dan partisipasinya sehingga kasus ini segera ditangani dengan cepat.
“Kita sudah setiap waktu memberikan penyuluhan hukum kepada masyarakat. Kita harapkan masyarakat Sijuk mengerti hukum dan tindak kejahatan dapat diminimalisir atau bahkan dihilangkan sama sekali,” kata Mahmud. (i6)
Aku
Memang Capek
PENYESALAN selalu datang terlambat. Demikian pula dengan Ad (29). Lelaki satu ini hanya bisa termenung memikirkan peristiwa tragis yang baru saja terjadi.
“Aku menyesal dan tidak tahu akan jadi seperti ini,” kata Ad saat ditemui Grup Bangka Pos di sela menjalani pemeriksaan di Polres Belitung, Minggu (7/2).
Apa yang dilakukannya, menurut Ad, hanya untuk membela diri saat korban memukul dan mencekiknya. Ia tak menyangka pisau telah merenggut nyawa rekannya itu pada Sabtu (6/2) malam itu.
Selama ini, jelasnya, ia tidak pernah memiliki masalah apapun dengan korban. Pada malam itu, ia mengaku sama sekali tidak bermaksud untuk tidak menegur korban.
“Aku tidak pernah ada niat untuk seperti ini. Semuanya terjadi begitu saja. Malam itu, aku memang terlalu capek dan terkejut membela diri karena sikap korban,” ungkap Ad yang mengaku berstatus duda beranak satu ini.
Ad mengaku tidak memiliki niat atau merencanakan menghabisi korban. Hal itu pun telah diungkapkannya kepada salah seorang saudara korban yang sempat mendatanginya.
“Aku bilang dengan saudara korban, tusuk aku juga biar aku juga mati. Karena aku tidak sengaja,” tambahnya.
Ad tidak menampik dirinya memang sempat menengak minuman beralkohol sebelum pulang ke rumah kosong tersebut. Namun, ia membantah saat itu dalam kondisi mabuk. Ia menyatakan saat itu memang sangat lelah usai bekerja siang harinya sebagai buruh harian dan tiba di rumah kosong itu untuk beristirahat. Ad menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh keluarga korban dan keluarganya atas peristiwa tersebut.
“Apapun, resiko hukum yang dijeratkan pihak kepolisian, aku siap. Dan ini menjadi pelajaran berharga buat diriku secara pribadi,” paparnya. (i6)
dibaca: 90x
0 Komentar untuk "Teman Berakhir di Ujung Pisau "
Komentar Anda:


