Etalase
PLTN Babel tak Masuk Rencana Nasional

edisi: 08/Feb/2010 wib
JAKARTA, POS BELITUNG - Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) belum akan dibangun dalam waktu dekat. Pembangunan PLTN tidak masuk dalam rencana umum ketenagalistrikan 2009-2025. Masih dibutuh kajian komprehensif terhadap rencana tersebut.
“Negara tetangga sudah mulai lebih serius mendirikan PLTN. Bagi Indonesia, persiapan semacam itu akan dilakukan setelah sumber energi primer lainnya sudah tidak ada,” kata Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh dalam pertemuan membahas rencana pembangunan PLTN, Jumat (5/2) malam.

Untuk membangun PLTN, menurut Darwin harus dilakukan kajian secara komprehensif. Indonesia masih terus melakukan kajian baik teknologi maupun lokasi untuk pemanfaatan PLTN, termasuk di Bangka Belitung.

Program pemerintah yang tertuang dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) 2008-2025 yang selanjutnya dijabarkan dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN periode 2009-2018 tidak memasukkan PLTN, meski UU Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RJPN) menyatakan energi nuklir diharapkan sudah dapat dioperasikan antara 2015-2019.

Darwin juga menyambut baik masukan yang disampaikan sejumlah kalangan termasuk mantan Presiden BJ Habibie yang mendesak pembangunan PLTN guna memenuhi kebutuhan energi listrik yang makin meningkat di masa depan.

“Masyarakat perlu berpartisipasi melihat kemungkinan pembangunan PLTN, termasuk teknologi dan lokasinya,” ujar Habibie.

Habibie mengungkapkan, PLTN diperlukan guna mengantisipasi konsumsi energi listrik pada 2050 yang akan meningkat lima kali lipat dari saat ini. Peningkatan konsumsi tersebut tidak bisa dipenuhi hanya dari pembangkit berbahan bakar fosil seperti minyak, gas, dan batu bara.

Di sisi lain, kata Habibie biaya bahan bakar PLTN merupakan paling murah dan dapat menurunkan tingkat emisi CO2 hingga setengahnya jika tidak memakai nuklir. PLTN juga tidak mengeluarkan emisi SO2 dan NO2 yang bisa menimbulkan hujan asam serta partikel debu halus mengandung logam berat yang merusak lingkungan.

“PLTN mendukung kelestarian lingkungan yang aman dan bebas dari dampak pemanasan global dan hujan asam,” ujar mantan Menteri Riset dan Teknologi tersebut.

Sebagaimana diketahui, Gubernur Babel Eko Maulana Ali sempat mencetuskan ide kalau Bangka Belitung siap menjadi lokasi pembangunan PLTN guna memenuhi pasokan listrik bagi warga Babel. Dari segi lokasi, kata Eko, Babel cukup layak karena sebagai kepulauan yang aman dari gerak alam.

Layak untuk PLTN
Daerah Provinsi Bangka Belitung yang berada di timur laut Pulau Sumatera, dilihat dari aspek teknis memenuhi persyaratan keselamatan untuk lokasi PLTN. Ini sesuai dengan yang disarankan oleh International Atomic Enegy Agency. Daerah tersebut bebas dari aspek volkanik atau aktivitas gunung api, gempa, dan potensi bencana alam lainnya.

Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) akan membantu kajian awal dalam rangka survei dan mengumpulkan data bila nantinya diperlukan.

Hal ini disampaikan Kepala Batan, Hudi Hastowo dalam pertemuan membahas rencana PLTN, di Jakarta, Jumat (5/2) malam.

Menurut penelitian yang pernah dilakukan Batan, kondisi tanah di Babel berupa batuan granit. Jenis batuan ini  bila menjadi dasar fondasi PLTN akan lebih sederhana dilihat dari aspek konstruksi sipil sehingga biaya relatif murah. “Tersedianya pulau kosong juga sesuai dengan permintaan banyak pihak di Indonesia,” ujar Hudi.

Namun, salah satu hal yang harus dikompensasi untuk penyaluran listrik ke wilayah lain adalah harus tersedianya transmisi ke Pulau Jawa dan Sumatera. Bila dilihat dalam program jangka panjang pembangunan pembangkit di kawasan ini akan sejalan dengan rencana pembangunan ASEAN Grid, atau interkoneksi kelistrikan di kawasan Asia Tenggara.

Untuk merealisasikan rencana pembangunan PLTN di Babel, lanjut Hudi, Batan akan membantu kajian awal dalam rangka survei dan mengumpulkan data bila nantinya diperlukan untuk persyaratan perizinan lokasi atau tapak.

Dalam pertemuan tersebut, terungkap dua lokasi yang akan disiapkan jika PLTN jadi dibangun di Babel, yaitu Pulau Lepar yang luasnya 24.960 hektare di Kabupaten Bangka Selatan dan Pulau Nanduk (2.507 hektare yang tak berpenghuni. Di pulau itu, menurutnya dapat dibangun PLTN berkapasitas 3.000 MW pada areal seluas 1.000 hektare.

Dengan terbangunnya PLTN di wilayah tersebut nantinya dapat memasok listrik ke Jawa yang jaraknya ke Jakarta sekitar 183 mil atau ke Ogan Komering Ilir di Sumatera 85 mil. (ant/kompas.com)
0 Komentar untuk "PLTN Babel tak Masuk Rencana Nasional"
Komentar Anda:
Salin karakter yang terlihat di kotak atas.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Breaking News TV
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort